
Sejumlah cara dapat dilakukan untuk
mengurangi ukuran lingkar perut. Dengan berolah raga secara rutin dan mengatur
asupan makan. Sejumlah makanan berikut ini, ada baiknya dipangkas guna membantu
mengurangi lingkar perut Anda.
Biji-bijian yang sudah diolah.
Biji-bijian yang sudah diolah.
Biji-biji olahan ini adalah biji yang
sudah diolah atau diproses sehingga lapisan kaya gizi seperti bekatul hilang.
Biji-bijian yang sudah diolah ini dapat dijumpai pada makanan seperti nasi
putih dan roti putih.
Para periset dari Pennsylvania
State University menjumpai bahwa mereka yang mengonsumsi biji utuh sebagai
tambahan dalam diet sehat, seperti buah, sayur, susu rendah lemak, dan protein,
kehilangan lebih banyak berat badan di area abdominal dibandingkan mereka yang
menjalani diet sehat tetapi masih mengonsumsi biji-bijian yang sudah diolah.
Sebagai gantinya, pilih tepung gandum, nasi merah, maupun quinoa untuk sumber
biji-bijian yang lebih sehat.
Produk kentang.
Salah satu produk kentang yang paling banyak digemari
tetapi memberi tambahan berat badan adalah keripik kentang.
Studi yang dipublikasikan dalam New
England Journal of Medicine mengikuti perubahan berate badan dari lebih 120
ribu pria dan perempuan hingga 20 tahun. Partisipan dicek setiap empat tahun
dan rata-rata berat badan bertambah 1,5 kg, hampir 7,7 kg saat studi berakhir.
Makanan yang dikaitkan dengan kenaikan berat badan terbanyak? Keripik kentang
dan juga kentang.
Daging merah dan daging olahan.
Studi serupa selama 20 tahun menunjukkan bahwa mereka yang
makan daging merah dan olahan lebih banyak, berat badannya juga naik, sekitar
ekstra setengah kilogram setiap empat tahun. Dalam studi lain, yang
dipublikasikan dalam American Journal of Clinical Nutrition, para
periset melibatkan lebih dari 370 ribu orang dan menjumpai partisipan yang
menyantap satu porsi daging steak ukuran kecil sehari, berat badannya naik 2,3
kg dalam lima tahun.
Soda diet.
Soda diet.
Dengan embel-embel diet pada sumber makanan, tidak berarti
bebas mengonsumsinya. Studi terbaru menunjukkan orang yang mengonsumsi soda
diet, jumlah lemak perutnya naik hampir tiga kali dalam waktu 9 tahun
dibandingkan yang tidak mengonsumsi minuman tanpa kalori.
Studi hanya melihat pada
orang dewasa berusia 65 tahun lebih tetapi penelitian terbaru dari Weizmann
Institute of Science menjumpai bahwa tikus yang minum air dengan pemanis
buatan seperti sakarin, aspartam dan sukralosal menjadi rentan terhadap
resistensi insulin dan intoleransi glukosa, dua hal yang diketahui menuju pada
penambahan berat badan
Artikel Asli Ada Di Kompas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar